Learning and Un-Learning (Law of Attraction Bagian-6)

Learning and Un-Learning (Law of Attraction Bagian-6)

Sales | Sales Motivator | Sales Coach. Tidak ada  kesuksesan tanpa proses belajar. Saya bersyukur bisa menjadi pembelajar dan praktisi Law of Attraction. Dengan Law of Attraction saya memiliki pilihan lain cara meraih kesuksesan. Dengan Law of Attraction saya jadi memahami cara kerja pikiran dalam meraih apapun yang saya inginkan dalam hidup. Dengan Law of Attraction saya memahami bahwa ada hukum alam semesta yang bersifat mutlak dalam mengatur pencapaian apapun dalam kehidupan manusia. Saya merasa Law of Attraction sudah membuat hidup saya lebih mudah. Saya bersyukur bisa mengambil keuntungan dari alam semesta setelah memahami cara kerja Law of Attraction.

Pembelajaran Law of Attraction yang saya lalui ada dua tahapan:

1.Learning

Ini adalah proses yang diketahui banyak orang pada umumnya. Pada tahapan ini kita menerima dan memproses berbagai informasi termasuk Law of Attraction serta  menyimpannya untuk dipraktekkan. Untuk memahami sebuah konsep dengan cepat dibutuhkan keseriusan dan semangat  belajar yang tinggi. Setelah mengetahui bahwa Law of Attraction bisa membantu saya mewujudkan kebahagiaan dan kekayaan, saya sangat antusias untuk segera menguasai Law of Attraction. Mulailah saya membeli dan membaca buku-buku yang mengulas Law of Attraction sejak pandemi Covid 19 yang melumpuhkan perekonomian dunia termasuk Indonesia. Ketertarikan saya menguasai Law of Attraction berlanjut dengan pembelajaran melalui  Joe Vitale (salah satu Guru film The Secret) dan sampai saat ini saya masih terus berburu demi memperdalam  Law of Attraction dari berbagai sumber.

Menguasai Law of Attraction di era pandemi adalah keputusan yang tepat bagi saya. Dengan memahami Law of Attraction saya jadi paham cara bersyukur dalam situasi apapun. Dengan Law of Attraction saya jadi paham cara mengontrol pikiran dan emosi dalam situasi apapun termasuk saat pandemi. Saya jadi paham kekuatan pikiran bawah sadar dalam mewujudkan apapun yang saya inginkan dalam hidup ini setelah menguasai Law of Attraction. Inilah rahasia cara meraih kesuksesan yang berhasil saya ungkap setelah memahami Law of Attraction.

Kenapa saya begitu cepat belajar dan memahami serta mempraktekkan Law of Attraction dalam kehidupan saya sementara yang lain tidak? Mari kita lanjut ke tahapan pembelajaran  yang kedua yaitu :

2.Un-Learning

Un-Learning artinya melepaskan berbagai konsep, ide dan keyakinan lama yang menghambat proses belajar. Sejak Pandemi, saya mulai mengajarkan cara melejitkan penjualan dengan Law of Attraction kepada Para Sales, Tenaga Pemasar Asuransi  Jiwa dan Para Leader. Namun sebagian masih terlihat bingung terutama pada saat sesi cara menjadi magnet closing. Apa benar bahwa kita bisa menjadi magnet closing sementara pemahaman mereka selama ini adalah harus bekerja keras untuk menghasilkan closing sales? Jika paham Law of Attraction, menghasilkan banyak penjualan tidak selalu harus kerja keras. Namun bukan bearti tidak melakukan apapun dan berharap hasil saja. Ini juga kurang tepat. Saya lebih setuju dengan cara memadukan kerja keras dan Law of Attraction dalam menghasilkan lebih banyak penjualan.

Jadi, apa yang membuat banyak orang gagal mempelajari dan mempraktekkan Law of Attraction? Jawabannya adalah mereka belum mampu Un-Learning. Keraguan terhadap keampuhan Law of Attraction dalam mewujudkan kesuksesan membuat mereka tetap mempertahankan konsep lama. Istilah saya adalah gagal Un-Learning. Rahasia saya cepat belajar dan menguasai Law of Attraction yaitu Un-Learning. Law of Attraction membooster kerja keras anda untuk terus melakukan prospek dengan suka cita. Saya jamin anda akan menjadi Top Sales Perusahaan jika menggabungkan kerja keras dan prinsip Law of Attraction. Bukankah ini yang anda inginkan?

Contoh proses Un-Learning yang lain adalah team sales harus terus dimotivasi agar tetap semangat melakukan prospek penjualan sehingga hampir setiap minggu Perusahaan mengadakan seminar motivasi. Itulah keyakinan banyak orang termasuk saya sebelum Un-Learning dan memahami Law of Attraction. Begitu dimotivasi team sales semangat, begitu tidak dimotivasi mereka tidak melakukan prospek penjualan. Ketergantungan dengan motivasi tentu kurang tepat. Bukankah yang diinginkan Perusahaan adalah team sales yang terus melakukan prospek penjualan tanpa harus selalu dimotivasi? Berita baiknya adalah, Law of Attraction mampu menghilangkan kecanduan team sales terhadap motivasi namun mereka tetap melakukan prospek penjualan.

Sekali lagi, saya tidak mengatakan motivasi tidak penting namun saya lebih menyukai team sales yang terus melakukan prospek penjualan tanpa ketergantungan dengan motivasi. Saya berhasil melakukan proses Un-Learning dengan mengubah konsep-konsep dan keyakinan lama dalam hal motivasi semenjak memahami Law of Attraction. Itulah rahasia saya memberdayakan  Law of Attraction dalam upaya meraih kesuksesan.

Proses Learning lebih mudah dari pada Un-Learning karena Un-Learning berhubungan dengan melepaskan keyakinan lama dalam proses belajar. Faktanya tidak setiap orang bersedia Un-Learning ditambah lagi keraguan terhadap cara baru Law of Attraction yang belum tentu berhasil mengantarkan setiap orang meraih kebahagiaan dan kekayaan. Butuh sikap terbuka untuk memulai proses Un-Learning. Butuh keyakinan terhadap Law of Attraction untuk memulai proses Un-Learning.  Sebagai penutup artikel ini saya ingin berbagi cara sederhana memulai proses Un-Learning yaitu dengan melihat pencapaian anda saat ini dalam bidang yang sedang anda tekuni. Jika yang anda capai belum sesuai harapan, artinya ada yang salah dengan proses yang sudah anda lakukan. Sudah saatnya anda melepaskan cara lama (Un-Learning) dan mulai belajar cara baru yaitu menggunakan Law of Attraction dalam upaya meraih kesuksesan yang anda inginkan. Semoga Tuhan selalu memberkati anda dan saya. Amin.

Yanto Mulyadi

Sales Motivator, Trainer, Coach and Healer

PIC : 08129720898

www.yantomulyadi.com

Leave a Reply